Disaat dirinya mulai beranjak tua, ketahuilah itu bukan lagi dirinya yang dulu.
Maklumilah dirinya, bersabarlah dalam menghadapinya.
Disaat dirinya menumpahkan kuah sayuran di bajumu,
Disaat dirinya tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu untukmu,
Ingatlah saat-saat bagaimana dirinya mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.
Disaat dirinya dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankan bagimu,
Bersabarlah mendengarkannya, jangan memotong ucapannya, seperti dimasa kecilmu, dirinya yang harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah ia ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.
Disaat dirinya membutuhkanmu untuk memandikannya,
Janganlah menyalahkannya.
Ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana dirinya dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
Disaat dirinya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawainya.
Renungkanlah bagaimana saat ia dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan disaat itu.
Disaat kedua kakinya terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahnya.
Bagaikan dimasa kecilmu saat ia menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.
Disaat dirinya melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padanya untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting baginya, asalkan kita berada disisinya untuk mendengarkannya, ia telah bahagia.
Disaat ia melihat dirinya menua, janganlah membuatnya bersedih.
Maklumilah dirinya, dukunglah ia, bagaikan ia terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
Dulu ia yang menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah ia hingga akhir jalan hidupnya.
Berilah ia cinta kasih dan kesabaranmu, ia akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Didalam senyumnya itu, tertanam kasihnya yang tak terhingga padamu.
HAPPY BIRTHDAY DAD… WE’LL ALWAYS BESIDE U NOW.. TOMORROW… AND EVER AFTER.. WE LOVE U DAD…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar